Di Balik Lukisan Bunga Matahari Karya Van Gogh. Oleh:Hamid Nabhan
Akhirnya saya melihat lukisan bunga matahari Van Gogh. Meskipun bukan di Belanda tempat Van Gogh lahir dan tumbuh atau di Perancis tempat Van Gogh berkarya dan meninggal, tapi justru di Jermanlah pertama kali saya menikmati lukisan bunga matahari karya pelukis dunia Van Gogh, tepatnya di museum Alte Pinakothek di Munchen.
Perasaan haru dan takjub yang pertama kali muncul sebab selama ini karya bunga matahari hanya saya lihat lewat buku-buku seni maupun film, tak pernah terbayangkan sebelumnya saya bisa melihat dan berdiri begitu dekat, dengan jarak beberapa puluh centi dari karya Van Gogh berjudul Sunflower yang didominasi warna kuning itu.
Van Gogh, pelukis kelahiran 30 Maret 1853 di Zundert Belanda, namanya melegenda dan menjadikan dirinya sebagai salah satu tokoh paling terkenal dan berpengaruh dalam sejarah seni di barat, yang nama besarnya pun diidentikkan dengan karyanya bunga matahari.
Melihat sejarahnya, drawing dan lukisan bunga matahari mulai dibuat saat Van Gogh berada di Paris pada tahun 1887 di akhir musim semi ketika ia berada di sebuah taman di sekitar Montmartre. Van Gogh mengamati proses pertumbuhan bunga matahari, ketika memperhatikan kepala bunga yang terkulai, Van Gogh menemukan sebuah momen yang sangat fantastis dan ada perasaan aneh yang dirasa dan sempat dilukisnya ketika posisi bunga tersebut berada di tanah.
Selang setahun setelahnya, tepatnya tahun 1888 sampai tahun 1889, ketika berada di rumahnya di Arles, Van Gogh kembali memperluas imajinasinya terhadap bentuk bunga matahari kesenangannya lalu Van Gogh melukis seikat bunga matahari di sebuah vas. Pada tanggal 21 Januari 1889 Van Gogh menulis surat kepada Paul Gauguin Van Gogh menulis "Jika Jeannin* memiliki bunga peony, Qust memiliki bunga hollyhock, sesungguhnya aku, sebelum yang lain, telah mengambil bunga matahari. " Dari kalimat yang ia tulis kita bisa jelas melihat seberapa dalam kecintaannya terhadap bunga matahari — dia bahkan memposisikan dirinya sebagai orang yang 'membawa' bunga itu terlebih dahulu, seolah-olah bunga matahari adalah bagian dari identitas dan hasrat seninya yang paling dalam.
Kesenangannya terhadap bunga matahari pernah diungkapkan dalam sepucuk suratnya kepada pelukis Emile Bernard (1868-1941). Van Gogh menulis, "Saya sudah berpikir untuk menghias separuh ruang studio saya dengan sejumlah gambar bunga matahari".
Bunga matahari bagi Van Gogh mengandung kekuatan yang menghasilkan energi dan gairah, walau hampir semuanya dilukiskan secara muram. Penggunaan warna kuning yang seterang matahari bagi Van Gogh memiliki makna yang dalam, menyangkut gairahnya untuk menemukan kehangatan sebuah keluarga, kebahagiaan dan kehidupan yang normal, semuanya tercermin dalam lukisan-lukisan bunga mataharinya. Lukisan bunga matahari memiliki makna khusus bagi Van Gogh, ia mengatakan bahwa lukisan bunga matahari itu menyampaikan 'rasa syukur'. Ia menggantung dua lukisan pertama di kamar temannya, pelukis Paul Gauguin, yang datang untuk tinggal bersamanya sementara waktu di Rumah Kuning (Yellow House). Gauguin terkesan dengan bunga matahari tersebut, yang menurutnya 'benar-benar gaya Van Gogh'. Vincent Van Gogh telah melukis versi baru selama tinggal di Yellow House, Gauguin kemudian meminta satu lukisan bunga matahari sebagai hadiah, yang enggan diberikan oleh Van Gogh. Lalu Van Gogh membuat dua salinan lepas, salah satunya sekarang tersimpan di Museum Van Gogh, Amsterdam.
Tak jarang Van Gogh mengulas melalui tulisan surat yang ditujukan kepada saudaranya Theo pada Januari 1889. Van Gogh menulis, "Bunga matahari adalah milikku". Sementara itu DH Lawrence, penyair Inggris, dalam sebuah esainya mengatakan, "'Sunflower" telah menjadi karya seni yang mengungkapkan hubungan antara manusia dan alam semesta".
Inilah sekelumit kisah tentang kecintaan pelukis Van Gogh terhadap bunga matahari. Dan begitulah, lukisan yang saya lihat di München itu bukan cuma gambar bunga matahari semata. Ia adalah cerminan dari energi dan keinginan Van Gogh untuk menangkap keindahan kehidupan saat dia berada di Arles. Bunga matahari Van Gogh tetap hidup, menyampaikan pesan yang sama kepada siapapun yang melihatnya — bahwa keindahan bisa ditemukan di mana saja, bahkan dalam hal-hal yang terkesan biasa saja.
*George Jeannin (1841-1925) seorang pelukis bunga asal Perancis


Comments
Post a Comment